🚨 Seorang pria menjalani kehidupan normal meskipun kehilangan 90% otaknya. Dalam sebuah penemuan yang telah mengejutkan komunitas medis global, seorang pegawai negeri Prancis berusia 44 tahun ditemukan menjalani kehidupan yang berfungsi sempurna dengan hanya lapisan tipis jaringan otak yang tersisa. Setelah mencari pengobatan untuk kelemahan kaki ringan, pemindaian otak mengungkapkan tengkoraknya hampir seluruhnya dipenuhi dengan cairan serebrospinal, suatu kondisi yang dikenal sebagai hidrosefalus. Meskipun kehilangan sekitar 90% volume otaknya selama beberapa dekade, pria itu adalah ayah dari dua anak yang sudah menikah yang memegang pekerjaan tetap, membuktikan bahwa tubuh manusia dapat beradaptasi dengan kondisi neurologis yang sebelumnya dianggap fatal atau sangat melumpuhkan. Kasus luar biasa ini memberikan bukti kuat untuk plastisitas saraf — kemampuan luar biasa otak untuk mengatur ulang dan mendistribusikan kembali fungsinya. Psikolog kognitif seperti Axel Cleeremans berpendapat bahwa kesadaran mungkin tidak berada di lokasi fisik tertentu tetapi muncul dari jaringan terdistribusi yang belajar beradaptasi dari waktu ke waktu. Sementara rata-rata otak orang dewasa menampung sekitar 86 miliar neuron, pikiran pria ini bertahan melalui sebagian kecil dari jumlah itu, menantang teori ilmiah yang kaku dan menunjukkan bahwa organisasi jaringan saraf jauh lebih penting daripada massa fisik. sumber: CBC News. Para ilmuwan meneliti pria yang kehilangan 90% otaknya yang menjalani kehidupan normal. Perusahaan Penyiaran Kanada.